Tampilkan postingan dengan label Celoteh Anak Bangsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh Anak Bangsa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Februari 2014

Sayang, Aku bukan Pujangga


Sayang, Aku Bukan Pujangga
Oleh : @AyuAyusafa 
                Sebagai siswa kelas 9 yang sebentar lagi lulus dari sekolah tercintanya, pasti akan ada banyak cerita duka nan canda yang sangat indah bila hal itu diceritakan. Namun, selama ini aku hanya bisa  menutup semua keluh kesahku. Pada siapa aku bercerita? Teman? Menurutku mereka tak cocok untuk mendengarkan cerita ini. Guru BK? Aku hanya sesekali mengajukan pertanyaan di kelas, jujur saja aku tertutup bahkan ‘malas’ buat cerita sama orang lain.
            Tapi, setiap orang punya cara berbeda-beda untuk menumpahkan perasaannya. Sedangkan aku? Aku sendiri lebih merasa plong kalo menumpahkan semua keluh kesahku dalam sebuah tulisan. Ya ! ternyata tulisan membuatku lebih tenang. Bahkan orangtuaku tak cocok untuk itu, orangtuaku tidak cocok untuk mendengar celotehku ! Namun Allah menunjukkan jalan lain untuk aku. Aku dianugerahi sebuah pena dan selembar kertas untuk bisa merangkai kata sesuai dengan isi hati.  Tapi sayang, aku bukanlah pujangga. Rangkaian kata-kataku hanya sekedar untuk melepas keluh kesah sehari-hari. Beda dengan seorang pujangga yang pandai merangkai kata, kata yang bisa menyejukkan siapa saja pembacanya. Kata yang indah menari-nari di setiap kelompok kalimatnya. Indah .... sekali.
            Aku hanyalah seorang Ayu Safaris yang sedang punya proyek kecil dengan diary online-nya. Aku ignin blog ini bukan hanya sekedar media untuk ‘berbagi’ tetapi juga sebagai langkah awalku untuk bisa menjadi pujangga di kelak kemudian hari :-D

Minggu, 16 Februari 2014

Pantaskah Perasaan Bimbang Ini?!


oleh : @AyuAyusafa
            Ya Rabb pagi ini terasa dingin,suasana ini seakan senada dengan hatiku yang mulai bimbang. Aku tau, rasa bimbang ini tak patut ada. Aku seharusnya sudah mulai membulatkan tekad dan mulai mempersiapkan segalanya. Tapi entah kenapa setelah mendengar perkataan tante “... wah cobak dek ayu dulu sekolahnya di Madrasah ya kan enak dek ayuk punya bacground-background agama”. Kata-kata bak ana (tanteku) ada benarnya juga, nah ini yang membuat ayu bimbang Ya Allah L . Jujur saja keinginan ayu cukup besar untuk masuk pesantren. Dan pernah hamba tuliskan dalam status facebook hamba bahwa hamba ke pesantren hanya karenaMu. Tapi hamba sekarang bimbang dan takut, ya hamba takut tidak diterima di pesantren yang hamba ingini. Seperti kata tante, bahwasanya hamba memang masih kurang pelajaran agamanya, bayangkan aku sekolah di sekolah umum biasa yang pelajaran agamanya hanya 1 kali dalam 1 minggu. Beda sama anak-anak yang lulusan MTS atau sekolah semacam itu. Sedangkan untuk masuk pesantren yang hamba ingini harus bisa melewati tes-tes masuk yang telah disediakan disana. Menurut informasi yang aku baca di internet, ada banyak tes masuk yang cukup membuat aku bertanya-tanya bagaimana caranya untuk bisa akan hal itu. Tapi aku yakin “Kalau ingin sukses lupakan banyak alasan, kalau banyak alasan lupakan sukses.” Insyallah dengan bantuanMu aku yakin bisa Ya Rabb. Karena hamba sadar ‘Lahaulawala Quwwata Illabillah Hilaliyyil Adzim’!
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم Ayu yakin BISA ! Semangat !

Selasa, 04 Februari 2014

Dear The Big Boss Of Universe


Dear : The Big Boss Of Universe
Oleh : @AyuAyusafa
            Ya Allah, hamba ingin nanti kalo sudah di pondok aku bisa merajut untaian benang yang nantinya bisa bermanfaat bagi orang lain. Insyaallah aku bisa menyatukan  benang-benang itu agar menjadi sesuatu yang berguna. Akan ku katakan secara gamblang, bahwa aku ingin bermanfaat untuk orang lain. Rasulullah SAW bersabda bahwasanya “ Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Nah mungkin atas dasar inilah ya Allah aku ingin sekali “belajar” menjadi manusia berguna. Dan tempat belajar yang aku pilih adalah Pondok Pesantren.
       Yang Maha Pengasih, Ayu Safaris  tidak mau jadi manusia yang sia-sia. Ayu ingin menjadi generasi yang berguna bagi bangsa. Tadi sewaktu menyaksikan tayangan di televisi disana dijelaskan bahwa “Engkau tidak menciptakan jin dan manusia tak lain karena untuk mengabdi kepadaMu” Subhanallah.... menjadi abdinya Allah itu keren bagiku. Hamba mohon kuatkanlah hamba untuk itu.

Rabu, 15 Januari 2014

Angka 7 yang kan mempesona



Angka 7 yang kan mempesona
               Oleh : @AyuAyusafa
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

               Hari ini aku ingin berkata dan memantabkan niatku untuk jadi dosen. DOSEN broo !!! (tangan mengacung dengan membentuk lambang metal)  :D Tepatnya dosen fakultas MIPA . Sejauh ini yang aku tau tentang Fakultas MIPA itu hanya fakultas tentang Matematika dan IPA. Ya intinya sebelum aku menjadi pengajar yang handal, aku harus belajar dengan giat (seharusnya). Tapi buktinya, patut kupertanyakan pada diriku sendiri “kenapa bisa nilai IPA-ku dapat 7 ???”. Dan yang lebih mirisnya lagi, itu nilai terendah diantara nilaiku di mata pelajaran lain. Bagaimana mungkin aku bisa jadi pengajar di Fakultas MIPA , sedangkan nilai raporku saja dapat 7 !!! Mungkin, bagi sebagian orang angka 7 itu sudah cukup untuknya, tapi untukku? Untukku yang bercita-cita sebagai pengajar Matematika dan IPA. Jujur saja aku harus prihatin kepada diriku sendiri. Ha ha ha aku harus tertawa melihat nilaiku (aneh). Okee... 'fenomena' ini aku anggap remeh temeh yang dari ini aku bisa termotivasi untuk bisa menjadi yang terbaik.
              
Sekarang dengan seperti ini, aku yakin Allah SWT sedang memberi isyarat kepadaku, ini cara Allah memberitahuku untuk selalu berusaha di setiap impianku. Tanpa menunggu lebih lama lagi, aku mulai usahaku dengan cara. Yang pertama… aku tempel target di dinding kamar dan yang aku tulis paling mantab adalah

Menjadi DOSEN Fakultas MIPA . Sekarang aku sudah mulai rajin ngerjakan tugas, kalo guru di kelas lagi menerangkan pelajaran, aku dengarkan dengan seksama (lain kalo yang dulu, aku suka ngomong sama temen sebangkuku). Tetapi di sisi lain dengan angka 7 ini, siapa tau aku bisa menginspirasi banyak orang. Misalkan gini, jika kelak aku sudah menjadi dosen (Amin-Amin Ya Allah) aku bisa cerita kalau perjuanganku tidak mudah “… Bahkan dulu ketika saya masih kelas 3 SMP pernah mendapat nilai 7 untuk pelajaran IPA, itu sungguh prestasi yang tidak membanggakan?! Tapi cobak liat sekarang?! Saya bisa membuat kalian kagum karena yang berbicara di depan anda sekarang ini dulunya juga pernah mendapat nilai rendah ! Jadi intinya 
"Kegagalanmu saat ini bukanlah penentu kesuksesanmu di masa depan
!...” yah kurang lebihlah seperti itu yang akan aku katakan untuk menginspirasi mahasiswaku kelak hehehe nah ini baru ketawa yang ikhlas karena sebenarnya angka 7 itu sangat mempesona, yang awalnya hanya cetakan angka di rapor tapi Insyaallah kelak akan membahana.