Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2016

5 Teachers for class 5

5 Teachers for class 5

Tiada kata yang dapat terucap atas segala yang telah beliau" berikan.. Kata terima kasih pun tak cukup untuk membalas Beliau..Para Bunda 3int yg sudah mensupport kita, memberikan kasih sayang dan nilai" Perjuangan hidup... Beliau tak henti" nya mengingatkan dan memberi semangat untuk kita 

Kata kata di bawah ini by : Faradilla Zulvanni

... Beliau tak merasa lelah ataupun letih meski kita sering melanggar aturan beliau... Semoga para Bunda kita di beri kelancaran dalam setiap hal yang Beliau lakukan,dan Allah Mermberi keberkahan pada kita semua. Kini waktu penentuan kenaikan kls sudah diambang mata Semoga harapan serta rintihan doa kita terjawab dengan jawaban yang terbaik, Insyallah semuanya Naik Kelas.. Aminn Allahumma Aminn. #gointensive#Toberesponsible#DA591

Rabu, 01 Juli 2015

Menjalani TaqdirMu

     Hari ini tepat 25 hari terakhir, sebelum aku kembali lagi untuk menuntut ilmu disana, tempat yang sudah Allah pilihkan untukku. Ya aku katakan Allahlah yang memilihkannya untukku karena waktu itu aku memang benar benar tak dapat memilih sekolah mana yang baik untukku. Tapi Alhamdulillah petunjuk yang kupinta kepadaNya melalui sholat istikharah pun segera datang akhirnya aku sekarang berhak untuk menyandang gelar santri. Oh Tuhan yang Maha Pengasih terima kasih atas limpahanMu selama ini. Bukan maksud untuk menjadi hambaMu yang kufur nikmat Tetapi ini yang hamba rasakan sekarang ya Allah....


Terlena dengan kenyamanan ini
Rasanya tak ingin kemana mana lagi
Tapi sadar, ini hanyalah bisikan hati
Yang harus ku pungkiri
Karena ku akan selesaikan ini
Sampai ke titik dimana aku bisa pergi
Baru Ku bisa tersenyum dengan kesuksesan sejati

Hanya Engkaulah yang dapat membimbingku, kemana aku akan menuju oh Tuhanku, maka bimbinglah langkahku kemana pun aku harus melangkah. Menjalani taqdirMu...

Minggu, 20 April 2014

Sampai saya baca 2x

Jangan lupa follow twitterku @AyuAyusafa :)
     

Pas waktu aku iku ujian sekolah, pada waktu itu hari senen yakni pelajaran Bahasa Indonesia yang diuji pada waktu itu... setelah satu demi satu soal saya jawab, dan ternyata ada satu soal yang saya baca 2x. ya karena keren aja. waktu itu berisi penggalan puisi dari D Zawawi Imron.. dan akhirnya aku cari dah puisinya Dari Sini
Ibu
D. Zawawi Imron

kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunpun gugur bersama reranting
hanya mata air airmatamu, ibu, yang tetap lancar mengalir

bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sarisari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang meyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti

bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmu

(Batang-Batang - Madura)

ENJOY adalah cara ter-happy untuk...

Postingan ini, adalah postingan yang ke-40 dari semua isi blog-ku.... Dan sangatku sayangkan sekali karena tulisan ini harus kulontarkan semua rasa sedihku pada keyboard di depan mataku sekarang, yang secara otomatis akan ditampilkan melalui monitor netbookku.
      Sedih? bagaimana tidak sedihlah, seorang anak ditinggal ibunya untuk penataran. Bagaimana tidak sedihkah, seorang anak ditinggal mamanya ke pulau Madura padahal sekarang anak itu sedang sampai pada masa akan menghadap UJIAN NASIONAL?! Tapi mungkin bagi sebagian kalian menganggap ini 'biasa saja'.
Tapi bagi saya? apalagi sebentar lagi Ayu Safaris Mukaromah ingin melanjutkan studi-nya ke salah satu pondok pesantren di Ngawi, nah kan bakalan agak lama lagi ni pas buat ketemu mama.... :'(
 Ya Sudahlah...... ini sudah tekadku. Aku harus bertanggung jawab !!!! dan intinya dari semua cerita ceritaku tadi niii aku harus selalu HAPPY di segala hal..
Mungkin ENJOY adalah cara ter-happy buat ngadepin ini semua !!!!!!!!!!!!!!

Jumat, 14 Maret 2014

Berlari Membelah Hujan Menuju Sebuah Impian



Berlari Membelah Hujan Menuju Sebuah Impian
                Bel pulang sekolah baru saja terdengar, bersamaan dengan itu aku langsung teringat akan jadwal  sholat Dhuhur berjamaah untuk kelas 9A, segera aku menuju musholla. Selesai sholat, ternyata sekarang ada jadwal tambahan pelajaran bahasa Inggris. Hemmmm... okelah, meski jenuh, ku coba untuk mengikuti pelajaran dengan hati yang tabah. Entah mengapa akhir-akhir ini aku memang rada-rada males dengan yang namanya ‘pelajaran’. Menit demi menit aku hitung, sesekali aku melihat jam dibelakang kelas, akhirnya bel pulang yang sedari tadi aku tunggu berbunyi pula. Raut muka sumringah aku papar jelas pada wajahku. Dari mulai kelas 7 dulu, aku memang paling suka dengan yang namanya ‘waktu pulang’ :D
      Tetapi, sepersekian detik dari itu, raut sumringah tadi perlahan pudar seiring dengan derasnya hujan yang turun pada puluhan meter persegi disekitar sekolahku.
“Hem...............” (menghela nafas panjang)

Mungkin waktu pulangku harus tertunda lagi. Tapi aku tak mau diam membiarkan hal itu terjadi. Akhirnya aku ajak Yeni dan Rima sahabatku untuk bersama-sama menerobos hujan. Berhubung Rima juga sedang lapar yang tak tertahankan lagi, akhirnya dia menyetujui untuk lari menyosor hujan. Yeni yang sedari tadi memang merengek minta pulang dan akhirnya, berawal dari joglo kita mengambil posisi untuk siap-siap berlari.

  “Dalam hitungan ketiga, kita lari ya 1...2...3...” (Kataku memberi aba-aba)

      Akhirnya kami bertiga berlari sangat kencang. Ya ! tepat sekali hanya kami bertiga yang berlari menerobos hujan di sekolah tadi. Karena sudah terlanjur basah akhirnya aku coba menikmati keadaan dengan merentangkan tangan sambil lalu membiarkan wajahku diterpa air hujan. Meski tak mudah aku, coba membuka mata memandang sebuah awan ditengah derasnya hujan. Indah sekali...... Kita bertiga seperti mengejar impian masing-masing, langkah kita untuk mencapai impian bukanlah sekadar jalan biasa tetapi dengan berlari. Kita menerobos semua halang dan rintangan yang ada, entah itu hujan deras sekalipun. Kami bertiga siang tadi benar-benar mengembangkan senyum yang sangat berbeda. Bersama dengan derasnya hujan yang menerpa kita, langkah kami berlari semakin kencang, tak peduli double way sudah tergenang air, namun kita tetap berlari kencang bersama meraih impian masing-masing. Hingga akhirnya, “berlarinya” kita tadi pada akhirnya akan sampai di sebuah alun-alun di tengah kota London, TRAFALGAR SQUARE ! AMIN....
(Baca Tentang Trafalgar Square Di Sini)

Rabu, 26 Februari 2014

Semesta Alam Adalah Jawabannya



Semesta Alam Adalah Jawabannya
Oleh :  @AyuAyusafa
          Ingin rasanya aku menumpahkan semua ini dengan tulisan. Entah makna apa yang akan tertera pada tulisanku ini, tapi sedikit banyak aku yakin, bahwa dengan menulis aku bisa melumat habis rasa sedih yang sekarang aku rasakan. 
          Ya Allah, Malam ini hanya hujanlah yang menyapaku, langitpun tak sanggup untuk sekedar menampakkan tubuhnya. Bintang? Bintang juga enggan untuk tampil di malam ini. Mungkin semua ini senada dengan perasaanku sekarang. Tak ingin dibuat kalah oleh keadaan, aku coba untuk menata pena mengetik sebuah tulisan.
          Sekarang, Ayu tak bisa membendung lagi air mata. Air mata yang aku tumpahkan karena rasa rindu pada nenek. Nenek ada dimana? Ya ! sekarang nenekku lagi ada ditanah suciMu Ya Allah. Nenekku sekarang lagi umroh. Meskipun masih dalam lingkup Asia, tetapi si cucu ini rindu akan belaian neneknya. Di tanah air, kami tak henti-hentinya melantunkan doa untuk beliau.
          Nenekku seorang janda, yang telah lama ditinggal kakek, yang sudah dengan sabar mengandung dan melahirkan ibuku hingga sampai akhirnya ibuku melahirkan aku. Itu luar biasa ya Allah ;(
           Tak tau harus menuliskan apa lagi, aku coba kepak-kepakkan notebook ini, hanya sepersekian detik dari itu, alam ini seperti merespon Ya Allah. Hujan yang dari tadi menyapa, sekarang mulai reda layaknya mengucapkan kata “good bye”. Langit, sekarang mulai tegar untuk bergabung dengan kerumunan atmosfer di bumi, bintang pun tak mau kalah untuk mengacungkan tangan dan mengatakan “saya hadir”.
          Maha Suci Engkau Ya Allah..... Semua ini adalah tanda-tanda kebesaranmu yang Engkau persiapkan untuk menjawab semua air mata hamba. J

Minggu, 16 Februari 2014

Jepretan adikku Tersayang


oleh : @AyuAyusafa
“ Sesungguhnya Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Q.S At-Tiin ayat 4)
                Ayat suci diatas cocok untuk menggambarkan sikap adekku saat ini, dibalik kenakalan dek Ilham sebenarnya dia punya bakat untuk menjadi fotografer (pendapatku dengan Reca temanku). Betapa tidak, pas waktu naek bus ke Bandung, di tengah perjalanan kita disapa oleh hujan. Nah air yang diluar seakan ingin menyapa melalui jendela-jendela bus. Indah sekali sapaan itu, hingga akhirnya ku coba untuk mengabadikannya di camera digitalku, baru saja dapat 1 jepretan, cameraku sudah dirampas sama dek ilham. “ mana bak aku yang mau foto ” katanya sambil merampas camera dari tanganku. Meski jengkel kucoba untuk diam karena aku tak ingin dimarahi mama (lagi). Hingga akhirnya hilanglah kesabaranku, aku rampas juga camera dari tangan adek. Dengan rasa jengkel yang masih tersisa aku coba lihat hasil jepretan adikku, dan ini hasilnya :










 Hingga akhirnya jepretan inilah yang meredam kejengkelanku, :)